June 6, 2008

RAPAT PLENO NSC

KALI URANG, 07 MARET 2008

ACARA

1. Pembukaan

- penyembahan dan doa; dpo Delly

2. Presentasi Pergerakan Pelajar (Youth Movement)

- dpo Yonatan

3. Laporan seksi Acara

- dpo Hendro

4. Presentasi seksi Acara

-dpo masing-masing seksi

5. Serba/i

RAPAT PLENO

1. Presentasi Pergerakan Pelajar

Pembukaan: Mendengarkan Pesan dari Bpk. Daniel Alexander.

Pemuda memiliki peran dan tanggung jawab yang sangat besar bagi bangsa ini. Pada era perjuangan yang menjadi ujung tombak pergerakan adalah pemuda. Kita ada di sini bertanggung jawab untuk bangsa ini. Mengurus bangsa ini dengan jalan Tuhan. Seperti yang terjadi di tahun 87an, Yeremia Rim pulang dari Amerika dan melihat kegerakan pemuda yang luar biasa. Dan dia membawa api itu ke Indonesia.

Berkiblat dari perjuangan pemuda 20 Mei 08, dan tonggak bersejarah pada tanggal 28 Oktober 19.. Pemuda mempelopori pergerakan perjuangan. Dengan TRIP (Tentara Rakyat Indonesia Pelajar) semula berdiri hanya di Mojokerto dan Surabaya lalu membawa dampak munculnya TRIP di daerah lainnya. Kebangkitan pelajar yang dimulai oleh Yeremia Rim, pertama kali terjadi di Bandungan dan akhirnya menyebar ke seluruh Indonesia sehingga api Tuhan tersebar ke seluruh Indonesia. Pelajar harus dibangkitkan kembali.

Kita harus memiliki visi, mempersiapkan pelajar untuk menjadi pemimpin bangsa di masa depan. Jadi ketika mereka ikut acara ini mereka pulang ke rumah dengan membawa dampak, dipakai Tuhan secara luar biasa.

Meredupnya gerakan pelajar saat ini karena adanya rasa kemapanan. Semangat berjuang yang dulu menyala sekarang brangsur-angsur hilang. Dari sebuah movement yang besar menjadi sekedar monumen saja.Kita bisa melihat perbedaannya di tahun 90an sampai era ini; era yang baru, era MTv. Banyak orang yang ingin tampil, show off. Mereka lupa semangat pergerakannya. Mereka lupa untuk mengangkat orang bawah.

Pemimpin hari ini punya tanggungjawab atas pergerakan besar ini. Kata kunci untuk kita semua adalah perjuangan dan pergerakan dan kita tidak boleh melupakannya. Kita harus bergerak, jauhi zona mapan. Jangan mikirin diri sendiri. Jangan sampai fasilitas yang ada dan canggih menguasai pergerakan tapi biarlah pergerakan yang menguasai semua fasilitas tersebut.

Kita lihat gereja sekarang. Mereka juga memiliki andil dalam mencetak para ’jago kandang’. Mereka mendandani jemaatnya untuk tampil baik di gereja, tapi mereka lupa bagaimana mengajari jemaatnya untuk bergerak di luar.

Mengapa kita harus terus berjuang dan bergerak? Lihatlah bangsa ini; banyak yang susah makan, banyak yang miskin. Coba bndingkan dengan kekayaan alam di Indonesia yang berlimpah ruah. Mengapa itu tidak bisa dinikmati oleh semua orang dengan adil dan merata? Kemapananlah musuh utama kita. Kemapanan membuat kita berhenti untuk berjuang. Kemapanan yang membuat kita ingin tampil sendiri tanpa mau memperdulikan kepentingan dan kesejahteraan ornag lain.

Bagaimana dengan pelajar? Pelajar banyak dimiliki oleh ‘kelompok2’ tertentu saja. Ketika ada pelajar murni yang datang, mereka tidak mendapatkan tempat di dalam masyarakat. Jadi kelompok2 tertentu tersebut yang menang dan yang menguasai masyarakat. Sudah saatnya kita berjuang, mencari hati yang murni pelajar dan didik mereka sebagai pemimpin2 yang handal.

Seperti dalam Markus, kita bisa baca kisah tentnag si lumpuh yang digotong teman-temannya untuk bertemu dengan Yesus. Karena banyak orang mereka tidak dapat masuk ke dalam rumah di mana Yesus sedang menyembuhkan. Teman-teman si lumpuh ini mencari cara, mereka mau berkorban, peduli terhadap si lupuh. Tekad mereka adalah supaya si lumpuh ini sembuh. Melalui kerjasama tim mereka akhirnya bisa membawa si lumpuh di hadapan Yesus. Teman-teman si lumpuh ini tidak mengkotak-kotakkan kepentingan dan pribadi seseornag. Mereka bertekad supaya orang ini bertemu Yesus dan sembuh. Kalo pe;ajar di Indonesia tidak mengkotak-kotakkan diri dalam label sektarian ato denominasi maka perjuangan untuk bangsa ini akan berhasil.

Untuk para pemimpin dan para pejuang, saya berharap melalui NSC ini bisa menjadi sebuah momentum bersejarah. Ini momentum yang tepat, 100 tahun kebangkitan Nasional. Kita berharap melalui NSC ini akan tumbuh para pemimpin bangsa untuk masa depan.

Ko Yonatan

Memaparkan Visi dan Misi

Visi yang ditawarkan untuk pergerakan pelajar

1. Menjadikan pelajar sebagai agen perubahan yang signifikan dalam pergerakan pelajar yang ada di Indonesia.

2. Menjadi ’obor Pergerakan” bagi para pelajar di Indonesia yang mampu menjadi penggerak di bidang IPOLEKSOSBUDHANKAM.

3. Mengintegrasikan pergerakan pelajar seluruh Indonesia.

4. Mempersiapkan pelajar mjd calon pemimpin yang memiliki nilai-nilai kebenaran dna tahu tujuan hidupnya serta mampu memimpin dirinya sendiri dna ornag di sekitarnya.

Misi:

1. Melihat dari dekat, merasakan apa yang dirasakan para pelajar, memotivasi dn memperlengkpi pelajar di daerah-daerah untuk mulai sebuah pergerakan yaitu pergerakan perubahan secra menyeluruh bagi kehidupan mereka dan kehidupan bangsa.

2. Bangkitkan semangat kebersamaan untuk terus menerus mempertahankan dn memperjuangkan koitmen dna kepedulian terhadap para pelajar.

3. membentuk para pelajar untuk memiliki mental seorang pemimpin

4. Membangkitkan kembali pelayanan pelajar di Indonesia

5. memfasilitasi pergerakan pelajar di seluruh Indonesia

6. menanamkan semangat nasionalisme.

Respon anggota rapat

1. Pertanyaan dari saudara Riska

- Apa maksud “obor pergerakan”

Obor : penuntun, penerang, pembuka jalan

Jadi pembuka jalan bagi sebuah pergerakan besar

2. Pertanyaan dari Pak Hadi

- Visi dan misi harus digodog dna disempurnakan lagi. Misinya belum konkret,

Belum ada sinkronisasi dengan visinya.

Visi dan misi dipaparkan sekarnag supaya ada masukan-masukan yang

Nantinya akan dimasukkan ke proposal. Untuk visi dan misi selanjutnya

Akan sdi bahas dengan waktu yang khusus.

(masih PR!!!!)

2. Laporan seksi Acara

Target : 400 pelajar

Penjabaran

400 orang dibagi 33 propinsi, masing-masing propinsi 12 orang. 400 orang ini di bagi dalam 3 Korwil, yi:

- korwil 1 15 prop.

- korwil 2 8 prop.

- korwil 3 10 prop.

Ruang lingkup: Pelajar kelas 8-11

Tempat: sudah disetujui dan diberi DP di Villa Taman Eden, Kali Urang

Tanggal pelaksanaan: 1-4 Juli 2008

Tema: Awakening Generation

Dengan pertimbangan: spt yang dikatakan Bpk Daniel Alexander bahwa gerakan pelajar sudah mulai meredup. Pelayanan di dunia pelajar tidak max.lagi; bahkan gereja kurang memperhatikan hal tersebut.

Susunan kepanitiaan:

Ada 2 kepanitiaan, yi

- panitia pengarah

- panita pelaksana (dari Jogja)

(Ada perubahan kepanitiaan karena masalah efisiensi waktu dna tempat serta biaya. Maka diambil kebijakan ada panitia pelaksan di Jgj)

Anggota rapat dibagi menjadi 4 kelompok besar yang masing-masing kelompok membahas dan merumuskan:

1. ACARA

2. TRANSPORTASI

3. REGISTRASI

4. PUBLIKASI

3. Laporan seksi Acara

3.1 ACARA

Ada 4 hari

Hari 1 Registrasi

- kebersamaan - fellowship

- brain storming à nonton viklip dan data ttg pelajar

- cinta tanah air

- briefing outbond untuk hari ke-2

Hari ke-2

- outbond à penekanan adalah mencetak leaders dalam tim masing2

- bic.ttg mentalitas leader, menggugah rsa kepemimpinan anggota

Hari ke-3

- pelatihan

- workshop dan skill à cari bidang minat masing2 anak apa

- Impartasi à 1 klompok terdiri dari 20-30 orang

Hari ke-4

- kerjasama dengan Pangdam dan (kalo bisa Sri Sultan) usung 400 pelajar ke alun-alun utk bersihin alun2 dan sekitarnya (beri reward sama pasukan kuning).

- Membacakan deklarasi pelajar

3.2 TRANSPORTASI

Wil 1 wil 2 wil 3

15 prop 8 prop 10 prop

180 psrta 100 psrta 120 psrta

Kumpul di Jkt kumpul di Sby

Untuk wil 1 butuh dana Rp 6jt untuk PP, dengan rincian masing2 peserta membayar Rp 130.000,- (transportasi dari Jkt ke Jogja dengan memakai bis)

Untuk transportasi dari Taman Eden ke Kali Kuning untuk outbond (dipikirkan)

Untuk masalah dana:

Akan dibuka rekening bersama atas nama Hendro dan Riska

Untuk transportasi dari luar kota sampai Jgj dana swadaya, di luar itu dana disentralisasikan.

3.3 REGISTRASI

Dewan pembina —- rakornas

15 prop 8 prop — 10 prop

(korwil1) (korwil2) (korwil3)

Subkorwil

KORDA

KOTA

Cara penyebaran brosur dan registrasi

1. Hubungi Korwil 1,2,3

Korwil 1

PC: Yunus alias Agustaf

021 703 51962

021 920 87913

0815 84941965

Korwil 2

PC: Pak Hadi

031 603 90777

Makasar

PC: Pak Albert Lintang

081 146 4707

Brosur yang didapat dari bagian publikasi dari korwil akan dibagikan ke daerah masing2 beserta quesioner (skalian peserta diminta untuk menceritakan siapa dirinya: (buat karya tulis ttg siapa dia, kesukaannya apa, 7an ikut NSC< planning setelah ikut NSC, aktifitas sehari2 apa,dll)

Hasil yang didapat dari peserta diberikan kepada KORDA dan diolah di Korda masing2; hasil akhir penilaian diserahkan ke Korwil.

Batas akhir pengumpulan Quesioner dan karya tulis tanggal 20 Mei 2008 cap pos.

Pengumuman peserta yang layak ikut 01 Juni 2008

3.4 Publikasi

- Untuk design ada perbaikan

Di depan : info umum; blakang: form registrasi

Brosur bisa didesign bisa dilipat jadi 2

- Quesioner akan diberikan kepada peserta setelah registrasi, dengan cara:

- upload file lewat email

- by phone

- by email

- promosi lewat:

- sekolah dan gereja

- majalah dan renungan

Pusat pengiriman: Sby (Jatim, Kalimantan dan Ind Timur)

Jgj (Jateng)

Makasar

Jkt (Sumatra dan Jabar)

- Alokasi dana …

Akan dicetak 250.000 brosur dan 5.000 poster

Alokasi tempat: grj dan sekolah à 2 poster, 25 brosur

- kertas yang dipake

Brosur A5 Hvs 80 gr

Poster A3 AP 150/180

- Brosur selesai dibuat 20 Maret 2008; pengiriman brosur dan poster ke kota2, CP recomended by Korwil. Lih CP korwil di 3.3

- Batas Penerimaan Brosur masing2 kota 27 April 2008

- Masing-masing Korwil tanya berapa brosur yang bisa didistribusikan.

- Untuk bikin blog diserahkan kepada Andi (085 230 735572); maks. Senin, 10 Maret 2008 blog sudah selesai.

June 3, 2008

1st Meeting for NSC’08

Hari/Tanggal  : Kamis, 10 Januari 2008.

Waktu   : Pk 11.00 - 18.00 WIB

Pemimpin Rapat : Yonatan.

Peserta : Bpk Petrus Edy (Bogor), Hanna, Siska (Sidoarjo), Hadi, Andy R, Dhoys, Dicky, Timotius, Novia, Bimbi, Lena, Danny, Rere, Albert, Valen, Joshua, Andy Y.

Peserta online : Ruth (Jkt), Annez (Banten), Christin R.(Smrg), Yohanes (Bjmsn), Venny(Blkpn), Sanjaya (Blkpn), Samuel (Blkpn), Albert Lintang (Mksr), Adrianus (Virginia-USA), Utty (Singapura), dari Lampung (?).

  1. Ditetapkan waktu pelaksanaan NSC’08 adalah tanggal 1 - 4 Juli 2008.
  2. Tempat…..masih akan disurvei tanggal 18-19 Januari 2008, tim akan berangkat ke lokasi Kaliurang, Yogyakarta.
  3. Jikalau dirasa tempat tersebut kurang representatif, maka alternatifnya adalah di Bandungan (Semarang), Malang (Jatim), atau Jawa Barat.
  1. Koordinasi wilayah

Dibagi menjadi 3 bagian, yakni :

    • Wilayah koordinasi 1 meliputi : Sumatera, Banten, Jabar, Jateng, D.I Yogya.
    • Wilayah koordinasi 2 meliputi : Jatim, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara.
    • Wilayah koordinasi 3 meliputi : Sulawesi, Maluku, Papua.
  1. Job Description
  1. Transportasi :
    • Dibagi menjadi 3 pos utama, yakni : Jakarta, (Pos 1), Surabaya (Pos 2), Yogya (Tempat Pelaksanaan) (Pos Utama).
    • Menyediakan serta bertanggung jawab atas sarana transportasi yang akan digunakan peserta untuk pergi dari pos yang menjadi daerah kerjanya, sampai ke tempat pelaksanaan dan sebaliknya.
    • Dari luar pulau ke lokasi pos, ongkos transportasi ditanggung sendiri.
  1. Konsumsi :
    • Bertanggung jawab atas tersedianya makanan atau snack bagi setiap peserta selama pelaksanaan NSC’08.
  1. Kesehatan :
    • Menyediakan sarana, fasilitas dan pelayanan kesehatan selama berlangungnya NSC’08.
  1. Acara :
    • Membuat konsep, melaksanakan serta bertanggung jawab atas berlangsungnya acara NSC’08.
  1. Keamanan :
    • Menjaga stabilitas keamanan serta ketertiban selama berlangsungnya NSC’08.
  2. Perlengkapan & Peralatan :
    • Bertanggung jawab serta menginventaris seluruh perlengkapan yang diperlukan dan dibawa, baik dekorasi panggung, multimedia, maupun workshop.
  1. Masukan Tema NSC’08 : (Harap didoakan)
    • Generasi yang dirindukan ( Roma 8:20)
    • Generasi yang memberi dampak dan jawaban (Kehidupan Yusuf)
    • Generasi yang menguraikan kekusutan bangsa (Dan 5:16a)
    • Generasi akhir zaman (Penerobos) (Dan 2:34-35)
    • Generasi yang menangkap isi hati Tuhan dan mengimpartasikannya (Yud 1:20-23)
  1. Plot susunan panitia (sementara) NSC’08 (koordinator divisi)

No

Divisi

Jumlah

Anggota

1

Koordinator Pelaksana

2 orang

1.

2.

2

Koordinator Wilayah

  1. Jakarta
  2. Surabaya
  3. Makassar

3 orang

    1. Bp. Albert Lintang (Dance)

3

Dana

2 orang

1.

2.

4

Sekretariat

  1. Humas
  2. Pubdekdok
  3. Sekretaris
  4. Registrasi

2 orang

3 orang

2 orang

3 orang

Andy Yuwono (Sby),

Dhoys,

Dewi Kristiana, Andy Ramali

Danny Santoso,

5

Akomodasi

3 orang

Josua Yulianto,

6

Transportasi

3 orang

Wintona,

7

Konsumsi

2 orang

8

Kesehatan

1 orang

OBI (Obor Berkat Indonesia)

9

Acara

2 orang

1. Rere dan Carlo Saba

2. Hadi

10

Mentoring

11

Keamanan

1 orang

1. Valentino

2. Cik Valen (doa)

12

Perlengkapan dan Peralatan

1 orang

Albert

  1. Catatan Penting :
      1. Masing-masing koordinator wilayah diharapkan membentuk jaringan kerja di wilayah koordinasi masing-masing, sambil tetap berkoordinasi dengan sekretariat kepanitiaan NSC’08.
      2. Masing-masing koordinator wilayah beserta jaringannya, diharapkan mencari sponsor untuk mensubsidi peserta di wilayah koordinasi-nya.
      3. Masing-masing koordinator wilayah bertanggung jawab mensosialisasikan kuesioner untuk calon peserta NSC’08 di wilayah kerja masing-masing.
      4. Kuesioner sedang dalam tahap pembuatan dan akan dikirimkan bulan Pebruari awal kepada masing-masing koordinator wilayah.
      5. Pembuatan kuesioner dimaksudkan sebagai filter para calon peserta NSC’08, dengan harapan para peserta NSC’08 memiliki kualitas seperti yang diharapkan, bukan hanya sekedar ‘peserta’, tapi memiliki kualitas seorang “Leader” dalam dirinya.
  1. Kesepakatan lain yang dihasilkan :
      1. Doa Nasional pukul 21.00 WIB yang diharapkan ditindaklanjuti oleh seluruh pelajar di Indonesia.
      2. Doa bersama dan puasa panitia inti (Surabaya), yang diadakan setiap hari Senin minggu ke-2 dan ke-4 setiap bulan, mulai pk 19.00 WIB, tempat (sementara) : Kutisari Indah Selatan 4/67 (kantor Boom & T-MoRe).
  1. Hal-hal lain yang perlu diingat :
    • Rapat ke-2 NSC’08 (disiarkan secara online)

Hari/Tanggal : Senin, 28 Januari 2008

Waktu  : Pk 18.00 – 21.00 WIB

Tempat : Jl. Kutisari Indah Selatan 4/67 Surabaya.

Hal-hal yang perlu disiapkan dan akan dibahas dalam rapat :

    1. Masing-masing divisi diharapkan sudah mengkonsep sistem kerja divisinya dan membuat anggaran yang dibutuhkan.
    2. Membicarakan follow up NSC’08.
    3. Mematangkan konsep acara.
    4. Menentukan tema NSC’08.

June 3, 2008

Pra - Meeting Jambore Nasional 2008

Hari/Tanggal : Kamis, 27 Desember 2008

Waktu : Pk 13.45 – 18.00 WIB

Pemimpin Rapat : Yonatan.

Peserta : Roy, Fenny (Balikpapan), Retno, Daniel (Malang), Hadi, Lena, Bimbi, Danny, Albert, Rere, Valen, Joshua, Andy Y, Andy R, Wintona.

Agenda Rapat :

    1. Merumuskan permasalahan yang dihadapi dalam pelayanan pelajar dan generasi pelajar itu sendiri.
    2. Membuat komitmen untuk bersama-sama menggerakkan kembali pelayanan pelajar.
    3. Membentuk kepanitiaan bersama untuk melayani generasi pelajar secara berkesinambungan.
    4. Mengimplementasikan kesepakatan tersebut dalam bentuk even nasional serta follow up-nya.

A. Latar Belakang

Yonatan :

  1. Dalam beberapa periode belakangan ini, pelayanan pelajar mengalami kemunduran yang cukup signifikan, baik dalam segi kuantitas, maupun kualitas.
  2. Tidak adanya pelayanan pelajar terpadu, bergerak secara individual atau sendiri-sendiri.
  3. Di dalam beberapa aspek di lingkungan generasi pelajar sendiri, mengalami degradasi yang cukup mencolok, terutama dalam hal daya juang, moral, kepekaan sosial, dsb.
  4. Di dalam lingkungan gereja sendiri dirasa kurang memberi ‘jawaban’ yang dibutuhkan oleh mereka.
  5. Pelayanan yang ada ‘hanya’ dititikberatkan pada hal yang bersifat spiritual atau rohani saja, sehingga pada waktu mereka masuk pada jenjang kehidupan yang selanjutnya, atau dengan kata lain masuk ke dunia ‘nyata’, mereka mengalami kebingungan dan kurang dapat beradaptasi dengan baik, sehingga kerinduan atau cita-cita untuk membawa perubahan bagi generasi mereka, apalagi bangsa ini menjadi ‘kandas’.
  6. Terkotak-kotaknya anak muda atau pelajar, hanya karena ‘gengsi’ denominasi atau sektarian.
  7. Selama ini anak muda atau pelajar hanya menjadi ‘obyek’, bukan ‘subyek’ dalam pelayanan di generasi mereka sendiri.
  8. Terjadi ‘eksploitasi‘ yang ‘mengebiri’ potensi, talenta serta fungsi dari generasi muda atau pelajar.
  9. Mengingat bahwa di era nasional sendiri, tahun 2008 adalah peringatan 100 tahun kebangkitan nasional, serta 80 tahun sumpah pemuda, jika momentum ini tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya, ‘spirit’ dari momentum ini akan terlewatkan begitu saja.

Roy

  1. Anak-anak muda banyak dalam lingkaran aktivitas sendiri tanpa kembali ke visi Tuhan, bahkan orang-orang yang dulunya visioner kandas di tengah jalan artinya tidak lagi mencapai visi yang dulunya pernah ada.
  2. Banyak yang tetap diam di ‘kandang’ (gereja ) saja.
  3. Anak-anak dari sekolah minggu sampai remaja tidak dipersiapkan masuk dalam 2/3 hidup. Artinya, gereja hanya membekali dengan sesuatu yang rohani tetapi tidak membekali hal-hal yang dihadapi oleh mereka dalam 2/3 hidup yakni masuk dalam dunia kerja.
  4. Harapan dalam acara ini hendaknya kita dapat memberikan workshop-workshop untuk menyiapkan generasi ini menjalani 2/3 hidupnya (dalam dunia kerja)

Joshua

  1. Harapannya bahwa generasi ini tidak hanya on fire di gereja saja tetapi nantinya juga berguna bagi kehidupan
  2. Setiap mimpi yang kita punyai, kita juga harus tau dan bisa merealisasikannya. Setiap kita bukan hanya menanamkan visi tetapi harus bisa memberikan wadah dan caranya (arah dan tujuan ke depannya)

Andy

  1. Setiap pergerakan butuh dana
  2. Harus ada koordinasi dalam bentuk sekretarian/base camp di setiap kota untuk melanjutkan pergerakan
  3. Pergerakan jangan sekedar bicara ‘aku punya hati untuk itu’, tapi harus ada tindakan.
  4. Setiap mimpi itu idealistis. Tapi kita juga harus tunjukkan pada generasi yang kita layani realistisnya bagaimana, sehingga mereka tidak kaget saat menghadapi kenyataan dunia yang semakin bertambah jahat.

Wintona

  1. Anak-anak pelajar beberapa kali sering kaget setelah ‘keluar’ dari gereja

Rere

Mimpi

  1. Pelajar mengerti panggilan hidup mereka, memaksimalkan potensi dalam diri mereka
  2. Pelajar dapat menghargai diri mereka sendiri
  3. Pelajar mengalami siapa itu Tuhan

Retno

Harapan dengan diadakannya acara ini adalah pelajar diarahkan untuk ambil jurusan pada jenjang pendidikan Perguruan Tinggi

Daniel

  1. Paradigma yang kurang benar bahwa pelayanan mesti harus di gereja
  2. Anak muda dalam masa puber jadi mereka lagi dalam masa-masa menjadi langkah pasti
  3. Follow up mutlak diperlukan untuk setiap pergerakan yang dilakukan
  4. Perlu diterangkan kepada pelajar dan mahasiswa akan penjangkauan jiwa

Lena

  1. Masalah moral yang kerap terjadi di kalangan pelajar dan lagi pelajar-pelajar sekarang sudah mulai kritis terhadap berbagai hal
  2. Di kalangan mahasiswa Unair dimana mayoritas Islam, mereka juga memiliki kerinduan dan peduli terhadap masa depan bangsa.
  3. Harapan dengan adanya Jambore Nasional ini, kita menyediakan bahan untuk kita share mengenai mimpi-mimpi untuk bangsa sehingga mereka semua mempunyai pandangan akan apa yang akan mereka kerjakan dan langkah apa yang akan mereka ambil untuk mencapainya.

Andy

  1. Komunitas game online, kebanyakan anak-anak di komunitas ini menggambarkan dirinya seperti karakter di dalam game, karakter kuat, ga bisa kalah, ga bisa mati, egois
  2. Siap jika akhirnya nanti dipertemukan dengan anak-anak muda penggemar game online

Hadi

  1. Ambil ‘celah’ untuk kita dapat masuk dalam hal pemberian arah jurusan ke jenjang pendidikan Perguruan Tinggi karena Sekolah pun menyediakan wadah (BP) untuk pengarahan tersebut, jadi kalau kita juga memberikan hal yang sama seperti yang sekolah juga sediakan, ya sia-sia, karena sama saja.
  2. Pergerakan itu tidak akan seperti kembang api jika kita yang mengerjakannya bersedia mempertahankannya dengan konsisten sampai mati, sifatnya harus berkesinambungan.
  3. Harus tahu fungsi kita masing-masing dalam pergerakan. Jangan hanya ikut-ikutan atau pengamat saja. Semua yang ada di dalam pergerakan ini, bekerja sama-sama, tidak ada yang menonton dan diam.

B. Kesimpulan

    1. Pergerakan pelajar hanya untuk mereka yang memiliki ketulusan, integritas serta hati, dan tidak ada ‘agenda pribadi’ atau mencari keuntungan sendiri.
    2. Kita bergerak tidak dengan kekuatan sendiri, hanya mengandalkan kekuatan Tuhan saja.
    3. Menggunakan resources Kerajaan Surga, bukan resources kita sendiri.
    4. “Jika dua orang di muka bumi ini sepakat meminta apapun juga, maka Tuhan akan mengabulkannya….Kita mau, kita bisa!”

C. Acara dan kepanitiaan

Disepakati bersama bahwa untuk acara pertemuan pelajar di tahun 2008 ini, antara lain :

Nama   : National Student Camp 2008.

Segmentasi Target  : Pelajar aktif SMP kelas 2 – SMU kelas 2.

Jumlah Peserta  : 500 – 750 orang.

Tempat   : Masih dalam perundingan.

Sie Kepanitiaan :

  1. Dewan Pembina.
  2. Koordinator Wilayah.
  3. Koordinator Pelaksana.
  4. Sekretariat.
  5. Sie Dana.
  6. Sie Akomodasi.
  7. Sie Transportasi.
  8. Sie Konsumsi.
  9. Sie Kesehatan.
  10. Sie Acara.
  11. Sie Keamanan.
  12. Sie Peralatan dan Perlengkapan.

Ad.

  1. Dewan Pembina : (calon yang telah disepakati bersama)
    1. Letjen (Pur) H.B.L Mantiri
    2. Mayjen (Pur) Pranowo
    3. Bpk & Ibu Barnabas Suebu
    4. Ir. Ciputra
    5. Bpk Harry Tanusudibyo
    6. Bpk Daniel Alexander
    7. Bpk Peter Tjondro
    8. Dari Katholik (masih dalam pencarian)
    9. Bpk Petrus Oktavianus
  1. Koordinator Wilayah (3 orang)
      • Korwil 1, 2, 3
      • Publikasi, kontak, koordinasi wilayah jaringan masing-masing, registrasi awal dan proses penyaringan peserta.
  2. Koordinator Pelaksana (2 orang)
      • Bertanggung jawab atas seluruh kepanitiaan NSC’08
  3. Sekretariat (10 orang)
      • Humas (2)
      • PubDekDok (3)
      • Sekretaris (2)
      • Registrasi (3)
  4. Sie Dana (2 orang)
  5. Sie Akomodasi (3 orang)
  6. Sie Transportasi (3 orang)
  7. Sie Konsumsi (2 orang)
  8. Sie Kesehatan (1 orang)
  9. Sie Acara (2 orang)
  10. Sie Keamanan (2 orang)
  11. Sie Peralatan & Perlengkapan (1 orang)

Total sementara panitia inti = 30 orang.

May 31, 2008

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!