June 3, 2008...3:09 am

Pra - Meeting Jambore Nasional 2008

Jump to Comments

Hari/Tanggal : Kamis, 27 Desember 2008

Waktu : Pk 13.45 – 18.00 WIB

Pemimpin Rapat : Yonatan.

Peserta : Roy, Fenny (Balikpapan), Retno, Daniel (Malang), Hadi, Lena, Bimbi, Danny, Albert, Rere, Valen, Joshua, Andy Y, Andy R, Wintona.

Agenda Rapat :

    1. Merumuskan permasalahan yang dihadapi dalam pelayanan pelajar dan generasi pelajar itu sendiri.
    2. Membuat komitmen untuk bersama-sama menggerakkan kembali pelayanan pelajar.
    3. Membentuk kepanitiaan bersama untuk melayani generasi pelajar secara berkesinambungan.
    4. Mengimplementasikan kesepakatan tersebut dalam bentuk even nasional serta follow up-nya.

A. Latar Belakang

Yonatan :

  1. Dalam beberapa periode belakangan ini, pelayanan pelajar mengalami kemunduran yang cukup signifikan, baik dalam segi kuantitas, maupun kualitas.
  2. Tidak adanya pelayanan pelajar terpadu, bergerak secara individual atau sendiri-sendiri.
  3. Di dalam beberapa aspek di lingkungan generasi pelajar sendiri, mengalami degradasi yang cukup mencolok, terutama dalam hal daya juang, moral, kepekaan sosial, dsb.
  4. Di dalam lingkungan gereja sendiri dirasa kurang memberi ‘jawaban’ yang dibutuhkan oleh mereka.
  5. Pelayanan yang ada ‘hanya’ dititikberatkan pada hal yang bersifat spiritual atau rohani saja, sehingga pada waktu mereka masuk pada jenjang kehidupan yang selanjutnya, atau dengan kata lain masuk ke dunia ‘nyata’, mereka mengalami kebingungan dan kurang dapat beradaptasi dengan baik, sehingga kerinduan atau cita-cita untuk membawa perubahan bagi generasi mereka, apalagi bangsa ini menjadi ‘kandas’.
  6. Terkotak-kotaknya anak muda atau pelajar, hanya karena ‘gengsi’ denominasi atau sektarian.
  7. Selama ini anak muda atau pelajar hanya menjadi ‘obyek’, bukan ‘subyek’ dalam pelayanan di generasi mereka sendiri.
  8. Terjadi ‘eksploitasi‘ yang ‘mengebiri’ potensi, talenta serta fungsi dari generasi muda atau pelajar.
  9. Mengingat bahwa di era nasional sendiri, tahun 2008 adalah peringatan 100 tahun kebangkitan nasional, serta 80 tahun sumpah pemuda, jika momentum ini tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya, ‘spirit’ dari momentum ini akan terlewatkan begitu saja.

Roy

  1. Anak-anak muda banyak dalam lingkaran aktivitas sendiri tanpa kembali ke visi Tuhan, bahkan orang-orang yang dulunya visioner kandas di tengah jalan artinya tidak lagi mencapai visi yang dulunya pernah ada.
  2. Banyak yang tetap diam di ‘kandang’ (gereja ) saja.
  3. Anak-anak dari sekolah minggu sampai remaja tidak dipersiapkan masuk dalam 2/3 hidup. Artinya, gereja hanya membekali dengan sesuatu yang rohani tetapi tidak membekali hal-hal yang dihadapi oleh mereka dalam 2/3 hidup yakni masuk dalam dunia kerja.
  4. Harapan dalam acara ini hendaknya kita dapat memberikan workshop-workshop untuk menyiapkan generasi ini menjalani 2/3 hidupnya (dalam dunia kerja)

Joshua

  1. Harapannya bahwa generasi ini tidak hanya on fire di gereja saja tetapi nantinya juga berguna bagi kehidupan
  2. Setiap mimpi yang kita punyai, kita juga harus tau dan bisa merealisasikannya. Setiap kita bukan hanya menanamkan visi tetapi harus bisa memberikan wadah dan caranya (arah dan tujuan ke depannya)

Andy

  1. Setiap pergerakan butuh dana
  2. Harus ada koordinasi dalam bentuk sekretarian/base camp di setiap kota untuk melanjutkan pergerakan
  3. Pergerakan jangan sekedar bicara ‘aku punya hati untuk itu’, tapi harus ada tindakan.
  4. Setiap mimpi itu idealistis. Tapi kita juga harus tunjukkan pada generasi yang kita layani realistisnya bagaimana, sehingga mereka tidak kaget saat menghadapi kenyataan dunia yang semakin bertambah jahat.

Wintona

  1. Anak-anak pelajar beberapa kali sering kaget setelah ‘keluar’ dari gereja

Rere

Mimpi

  1. Pelajar mengerti panggilan hidup mereka, memaksimalkan potensi dalam diri mereka
  2. Pelajar dapat menghargai diri mereka sendiri
  3. Pelajar mengalami siapa itu Tuhan

Retno

Harapan dengan diadakannya acara ini adalah pelajar diarahkan untuk ambil jurusan pada jenjang pendidikan Perguruan Tinggi

Daniel

  1. Paradigma yang kurang benar bahwa pelayanan mesti harus di gereja
  2. Anak muda dalam masa puber jadi mereka lagi dalam masa-masa menjadi langkah pasti
  3. Follow up mutlak diperlukan untuk setiap pergerakan yang dilakukan
  4. Perlu diterangkan kepada pelajar dan mahasiswa akan penjangkauan jiwa

Lena

  1. Masalah moral yang kerap terjadi di kalangan pelajar dan lagi pelajar-pelajar sekarang sudah mulai kritis terhadap berbagai hal
  2. Di kalangan mahasiswa Unair dimana mayoritas Islam, mereka juga memiliki kerinduan dan peduli terhadap masa depan bangsa.
  3. Harapan dengan adanya Jambore Nasional ini, kita menyediakan bahan untuk kita share mengenai mimpi-mimpi untuk bangsa sehingga mereka semua mempunyai pandangan akan apa yang akan mereka kerjakan dan langkah apa yang akan mereka ambil untuk mencapainya.

Andy

  1. Komunitas game online, kebanyakan anak-anak di komunitas ini menggambarkan dirinya seperti karakter di dalam game, karakter kuat, ga bisa kalah, ga bisa mati, egois
  2. Siap jika akhirnya nanti dipertemukan dengan anak-anak muda penggemar game online

Hadi

  1. Ambil ‘celah’ untuk kita dapat masuk dalam hal pemberian arah jurusan ke jenjang pendidikan Perguruan Tinggi karena Sekolah pun menyediakan wadah (BP) untuk pengarahan tersebut, jadi kalau kita juga memberikan hal yang sama seperti yang sekolah juga sediakan, ya sia-sia, karena sama saja.
  2. Pergerakan itu tidak akan seperti kembang api jika kita yang mengerjakannya bersedia mempertahankannya dengan konsisten sampai mati, sifatnya harus berkesinambungan.
  3. Harus tahu fungsi kita masing-masing dalam pergerakan. Jangan hanya ikut-ikutan atau pengamat saja. Semua yang ada di dalam pergerakan ini, bekerja sama-sama, tidak ada yang menonton dan diam.

B. Kesimpulan

    1. Pergerakan pelajar hanya untuk mereka yang memiliki ketulusan, integritas serta hati, dan tidak ada ‘agenda pribadi’ atau mencari keuntungan sendiri.
    2. Kita bergerak tidak dengan kekuatan sendiri, hanya mengandalkan kekuatan Tuhan saja.
    3. Menggunakan resources Kerajaan Surga, bukan resources kita sendiri.
    4. “Jika dua orang di muka bumi ini sepakat meminta apapun juga, maka Tuhan akan mengabulkannya….Kita mau, kita bisa!”

C. Acara dan kepanitiaan

Disepakati bersama bahwa untuk acara pertemuan pelajar di tahun 2008 ini, antara lain :

Nama   : National Student Camp 2008.

Segmentasi Target  : Pelajar aktif SMP kelas 2 – SMU kelas 2.

Jumlah Peserta  : 500 – 750 orang.

Tempat   : Masih dalam perundingan.

Sie Kepanitiaan :

  1. Dewan Pembina.
  2. Koordinator Wilayah.
  3. Koordinator Pelaksana.
  4. Sekretariat.
  5. Sie Dana.
  6. Sie Akomodasi.
  7. Sie Transportasi.
  8. Sie Konsumsi.
  9. Sie Kesehatan.
  10. Sie Acara.
  11. Sie Keamanan.
  12. Sie Peralatan dan Perlengkapan.

Ad.

  1. Dewan Pembina : (calon yang telah disepakati bersama)
    1. Letjen (Pur) H.B.L Mantiri
    2. Mayjen (Pur) Pranowo
    3. Bpk & Ibu Barnabas Suebu
    4. Ir. Ciputra
    5. Bpk Harry Tanusudibyo
    6. Bpk Daniel Alexander
    7. Bpk Peter Tjondro
    8. Dari Katholik (masih dalam pencarian)
    9. Bpk Petrus Oktavianus
  1. Koordinator Wilayah (3 orang)
      • Korwil 1, 2, 3
      • Publikasi, kontak, koordinasi wilayah jaringan masing-masing, registrasi awal dan proses penyaringan peserta.
  2. Koordinator Pelaksana (2 orang)
      • Bertanggung jawab atas seluruh kepanitiaan NSC’08
  3. Sekretariat (10 orang)
      • Humas (2)
      • PubDekDok (3)
      • Sekretaris (2)
      • Registrasi (3)
  4. Sie Dana (2 orang)
  5. Sie Akomodasi (3 orang)
  6. Sie Transportasi (3 orang)
  7. Sie Konsumsi (2 orang)
  8. Sie Kesehatan (1 orang)
  9. Sie Acara (2 orang)
  10. Sie Keamanan (2 orang)
  11. Sie Peralatan & Perlengkapan (1 orang)

Total sementara panitia inti = 30 orang.

Leave a Reply