June 6, 2008...10:27 am

RAPAT PLENO NSC

Jump to Comments

KALI URANG, 07 MARET 2008

ACARA

1. Pembukaan

- penyembahan dan doa; dpo Delly

2. Presentasi Pergerakan Pelajar (Youth Movement)

- dpo Yonatan

3. Laporan seksi Acara

- dpo Hendro

4. Presentasi seksi Acara

-dpo masing-masing seksi

5. Serba/i

RAPAT PLENO

1. Presentasi Pergerakan Pelajar

Pembukaan: Mendengarkan Pesan dari Bpk. Daniel Alexander.

Pemuda memiliki peran dan tanggung jawab yang sangat besar bagi bangsa ini. Pada era perjuangan yang menjadi ujung tombak pergerakan adalah pemuda. Kita ada di sini bertanggung jawab untuk bangsa ini. Mengurus bangsa ini dengan jalan Tuhan. Seperti yang terjadi di tahun 87an, Yeremia Rim pulang dari Amerika dan melihat kegerakan pemuda yang luar biasa. Dan dia membawa api itu ke Indonesia.

Berkiblat dari perjuangan pemuda 20 Mei 08, dan tonggak bersejarah pada tanggal 28 Oktober 19.. Pemuda mempelopori pergerakan perjuangan. Dengan TRIP (Tentara Rakyat Indonesia Pelajar) semula berdiri hanya di Mojokerto dan Surabaya lalu membawa dampak munculnya TRIP di daerah lainnya. Kebangkitan pelajar yang dimulai oleh Yeremia Rim, pertama kali terjadi di Bandungan dan akhirnya menyebar ke seluruh Indonesia sehingga api Tuhan tersebar ke seluruh Indonesia. Pelajar harus dibangkitkan kembali.

Kita harus memiliki visi, mempersiapkan pelajar untuk menjadi pemimpin bangsa di masa depan. Jadi ketika mereka ikut acara ini mereka pulang ke rumah dengan membawa dampak, dipakai Tuhan secara luar biasa.

Meredupnya gerakan pelajar saat ini karena adanya rasa kemapanan. Semangat berjuang yang dulu menyala sekarang brangsur-angsur hilang. Dari sebuah movement yang besar menjadi sekedar monumen saja.Kita bisa melihat perbedaannya di tahun 90an sampai era ini; era yang baru, era MTv. Banyak orang yang ingin tampil, show off. Mereka lupa semangat pergerakannya. Mereka lupa untuk mengangkat orang bawah.

Pemimpin hari ini punya tanggungjawab atas pergerakan besar ini. Kata kunci untuk kita semua adalah perjuangan dan pergerakan dan kita tidak boleh melupakannya. Kita harus bergerak, jauhi zona mapan. Jangan mikirin diri sendiri. Jangan sampai fasilitas yang ada dan canggih menguasai pergerakan tapi biarlah pergerakan yang menguasai semua fasilitas tersebut.

Kita lihat gereja sekarang. Mereka juga memiliki andil dalam mencetak para ’jago kandang’. Mereka mendandani jemaatnya untuk tampil baik di gereja, tapi mereka lupa bagaimana mengajari jemaatnya untuk bergerak di luar.

Mengapa kita harus terus berjuang dan bergerak? Lihatlah bangsa ini; banyak yang susah makan, banyak yang miskin. Coba bndingkan dengan kekayaan alam di Indonesia yang berlimpah ruah. Mengapa itu tidak bisa dinikmati oleh semua orang dengan adil dan merata? Kemapananlah musuh utama kita. Kemapanan membuat kita berhenti untuk berjuang. Kemapanan yang membuat kita ingin tampil sendiri tanpa mau memperdulikan kepentingan dan kesejahteraan ornag lain.

Bagaimana dengan pelajar? Pelajar banyak dimiliki oleh ‘kelompok2’ tertentu saja. Ketika ada pelajar murni yang datang, mereka tidak mendapatkan tempat di dalam masyarakat. Jadi kelompok2 tertentu tersebut yang menang dan yang menguasai masyarakat. Sudah saatnya kita berjuang, mencari hati yang murni pelajar dan didik mereka sebagai pemimpin2 yang handal.

Seperti dalam Markus, kita bisa baca kisah tentnag si lumpuh yang digotong teman-temannya untuk bertemu dengan Yesus. Karena banyak orang mereka tidak dapat masuk ke dalam rumah di mana Yesus sedang menyembuhkan. Teman-teman si lumpuh ini mencari cara, mereka mau berkorban, peduli terhadap si lupuh. Tekad mereka adalah supaya si lumpuh ini sembuh. Melalui kerjasama tim mereka akhirnya bisa membawa si lumpuh di hadapan Yesus. Teman-teman si lumpuh ini tidak mengkotak-kotakkan kepentingan dan pribadi seseornag. Mereka bertekad supaya orang ini bertemu Yesus dan sembuh. Kalo pe;ajar di Indonesia tidak mengkotak-kotakkan diri dalam label sektarian ato denominasi maka perjuangan untuk bangsa ini akan berhasil.

Untuk para pemimpin dan para pejuang, saya berharap melalui NSC ini bisa menjadi sebuah momentum bersejarah. Ini momentum yang tepat, 100 tahun kebangkitan Nasional. Kita berharap melalui NSC ini akan tumbuh para pemimpin bangsa untuk masa depan.

Ko Yonatan

Memaparkan Visi dan Misi

Visi yang ditawarkan untuk pergerakan pelajar

1. Menjadikan pelajar sebagai agen perubahan yang signifikan dalam pergerakan pelajar yang ada di Indonesia.

2. Menjadi ’obor Pergerakan” bagi para pelajar di Indonesia yang mampu menjadi penggerak di bidang IPOLEKSOSBUDHANKAM.

3. Mengintegrasikan pergerakan pelajar seluruh Indonesia.

4. Mempersiapkan pelajar mjd calon pemimpin yang memiliki nilai-nilai kebenaran dna tahu tujuan hidupnya serta mampu memimpin dirinya sendiri dna ornag di sekitarnya.

Misi:

1. Melihat dari dekat, merasakan apa yang dirasakan para pelajar, memotivasi dn memperlengkpi pelajar di daerah-daerah untuk mulai sebuah pergerakan yaitu pergerakan perubahan secra menyeluruh bagi kehidupan mereka dan kehidupan bangsa.

2. Bangkitkan semangat kebersamaan untuk terus menerus mempertahankan dn memperjuangkan koitmen dna kepedulian terhadap para pelajar.

3. membentuk para pelajar untuk memiliki mental seorang pemimpin

4. Membangkitkan kembali pelayanan pelajar di Indonesia

5. memfasilitasi pergerakan pelajar di seluruh Indonesia

6. menanamkan semangat nasionalisme.

Respon anggota rapat

1. Pertanyaan dari saudara Riska

- Apa maksud “obor pergerakan”

Obor : penuntun, penerang, pembuka jalan

Jadi pembuka jalan bagi sebuah pergerakan besar

2. Pertanyaan dari Pak Hadi

- Visi dan misi harus digodog dna disempurnakan lagi. Misinya belum konkret,

Belum ada sinkronisasi dengan visinya.

Visi dan misi dipaparkan sekarnag supaya ada masukan-masukan yang

Nantinya akan dimasukkan ke proposal. Untuk visi dan misi selanjutnya

Akan sdi bahas dengan waktu yang khusus.

(masih PR!!!!)

2. Laporan seksi Acara

Target : 400 pelajar

Penjabaran

400 orang dibagi 33 propinsi, masing-masing propinsi 12 orang. 400 orang ini di bagi dalam 3 Korwil, yi:

- korwil 1 15 prop.

- korwil 2 8 prop.

- korwil 3 10 prop.

Ruang lingkup: Pelajar kelas 8-11

Tempat: sudah disetujui dan diberi DP di Villa Taman Eden, Kali Urang

Tanggal pelaksanaan: 1-4 Juli 2008

Tema: Awakening Generation

Dengan pertimbangan: spt yang dikatakan Bpk Daniel Alexander bahwa gerakan pelajar sudah mulai meredup. Pelayanan di dunia pelajar tidak max.lagi; bahkan gereja kurang memperhatikan hal tersebut.

Susunan kepanitiaan:

Ada 2 kepanitiaan, yi

- panitia pengarah

- panita pelaksana (dari Jogja)

(Ada perubahan kepanitiaan karena masalah efisiensi waktu dna tempat serta biaya. Maka diambil kebijakan ada panitia pelaksan di Jgj)

Anggota rapat dibagi menjadi 4 kelompok besar yang masing-masing kelompok membahas dan merumuskan:

1. ACARA

2. TRANSPORTASI

3. REGISTRASI

4. PUBLIKASI

3. Laporan seksi Acara

3.1 ACARA

Ada 4 hari

Hari 1 Registrasi

- kebersamaan - fellowship

- brain storming à nonton viklip dan data ttg pelajar

- cinta tanah air

- briefing outbond untuk hari ke-2

Hari ke-2

- outbond à penekanan adalah mencetak leaders dalam tim masing2

- bic.ttg mentalitas leader, menggugah rsa kepemimpinan anggota

Hari ke-3

- pelatihan

- workshop dan skill à cari bidang minat masing2 anak apa

- Impartasi à 1 klompok terdiri dari 20-30 orang

Hari ke-4

- kerjasama dengan Pangdam dan (kalo bisa Sri Sultan) usung 400 pelajar ke alun-alun utk bersihin alun2 dan sekitarnya (beri reward sama pasukan kuning).

- Membacakan deklarasi pelajar

3.2 TRANSPORTASI

Wil 1 wil 2 wil 3

15 prop 8 prop 10 prop

180 psrta 100 psrta 120 psrta

Kumpul di Jkt kumpul di Sby

Untuk wil 1 butuh dana Rp 6jt untuk PP, dengan rincian masing2 peserta membayar Rp 130.000,- (transportasi dari Jkt ke Jogja dengan memakai bis)

Untuk transportasi dari Taman Eden ke Kali Kuning untuk outbond (dipikirkan)

Untuk masalah dana:

Akan dibuka rekening bersama atas nama Hendro dan Riska

Untuk transportasi dari luar kota sampai Jgj dana swadaya, di luar itu dana disentralisasikan.

3.3 REGISTRASI

Dewan pembina —- rakornas

15 prop 8 prop — 10 prop

(korwil1) (korwil2) (korwil3)

Subkorwil

KORDA

KOTA

Cara penyebaran brosur dan registrasi

1. Hubungi Korwil 1,2,3

Korwil 1

PC: Yunus alias Agustaf

021 703 51962

021 920 87913

0815 84941965

Korwil 2

PC: Pak Hadi

031 603 90777

Makasar

PC: Pak Albert Lintang

081 146 4707

Brosur yang didapat dari bagian publikasi dari korwil akan dibagikan ke daerah masing2 beserta quesioner (skalian peserta diminta untuk menceritakan siapa dirinya: (buat karya tulis ttg siapa dia, kesukaannya apa, 7an ikut NSC< planning setelah ikut NSC, aktifitas sehari2 apa,dll)

Hasil yang didapat dari peserta diberikan kepada KORDA dan diolah di Korda masing2; hasil akhir penilaian diserahkan ke Korwil.

Batas akhir pengumpulan Quesioner dan karya tulis tanggal 20 Mei 2008 cap pos.

Pengumuman peserta yang layak ikut 01 Juni 2008

3.4 Publikasi

- Untuk design ada perbaikan

Di depan : info umum; blakang: form registrasi

Brosur bisa didesign bisa dilipat jadi 2

- Quesioner akan diberikan kepada peserta setelah registrasi, dengan cara:

- upload file lewat email

- by phone

- by email

- promosi lewat:

- sekolah dan gereja

- majalah dan renungan

Pusat pengiriman: Sby (Jatim, Kalimantan dan Ind Timur)

Jgj (Jateng)

Makasar

Jkt (Sumatra dan Jabar)

- Alokasi dana …

Akan dicetak 250.000 brosur dan 5.000 poster

Alokasi tempat: grj dan sekolah à 2 poster, 25 brosur

- kertas yang dipake

Brosur A5 Hvs 80 gr

Poster A3 AP 150/180

- Brosur selesai dibuat 20 Maret 2008; pengiriman brosur dan poster ke kota2, CP recomended by Korwil. Lih CP korwil di 3.3

- Batas Penerimaan Brosur masing2 kota 27 April 2008

- Masing-masing Korwil tanya berapa brosur yang bisa didistribusikan.

- Untuk bikin blog diserahkan kepada Andi (085 230 735572); maks. Senin, 10 Maret 2008 blog sudah selesai.

Leave a Reply